Senin, 15 Maret 2021

 NAMA : RAHMAT PANGGU

NIM : 151419128

KELAS : 4D PGSD

MATKUL : PEMBELAJARAN IPS SD

DOSEN : MUHAMMAD SARLIN, S.Pd., M.Pd


RANGKUMAN :


A.Dimensi IPS

      Dimensi dalam Pembelajaran IPS dibelajarkan secara terpadu dari 4 (empat) kajian, yaitu geografi, ekonomi, sejarah dan sosiologi melalui pendekatan tema. Pembelajaran berbasis pada kontekstual dengan mengamati dan belajar dari pengalaman sekelilingnya. Karakteristik IPS ini mampu mewadahi perkembangan psikologis peserta didik pada usia tersebut yang selalu ingin tau, berpikir kritis dan senang bereksplorasi.


       Menurut Sapriya, program pendidikan IPS yang komperhensif adalah program yang mencakup empat dimensi, yaitu : dimensi pengetahuan (knowledge), dimensi keterampilan (skill), dimensi nilai dan sikap (values and attitudes), dimensi tindakan (action). Walaupun keempat dimensi ini memiliki karakteristik yang berbeda, namun dalam proses pembelajaran keempat dimensi ini saling melengkapi.


1. DimensiPengetahuan

 Setiap orang memiliki wawasan tentang pengetahuan sosial yang berdeda- beda. Ada yang berpendapat bahwa pengetahuan sosial meliputi persitiwa yang terjadi di lingkungan masyarakat tertentu. Ada pula yang mengemukakan bahwa pengetahuan sosial mencakup keyakinan-keyakinan dan pengalaman belajar siswa. Pengetahuan mencakup 4 hal diantaranya pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan metakognitif yang dipahami oleh peserta didik.


a.Pengetahuan Faktual


    Pengetahuan faktual meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para ahli dalam mengkomunikasikan disiplin akademik, pemahaman, dan penyusunan dimensi pengetahuan secara sistematis.


b.Pengetahuan Konseptual

                Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan kategori dan klasifikasi serta hubungannya dengan dan diantara mereke-lebih rumit, dalam bentuk pengetahuan yang tersusun.


c.Pengetahuan Prosedural

   Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan tentang keterampilan khusus, tahapan sistematis mengenai sistem program (meliputi; input, proses, dan output).


d.Pengetahuan Metakognitif

      Metakognitif menurut Livingstone (1997) adalah “berpikir tentang berpikir”. Menurut Flavell sebagaimana dikutip Livingstone menyatakan bahwa metakognisi terdiri atas dua unsur yaitu pengetahuan dan pengalaman atau regulasi


2.Dimensi Keterampilan

       Pendidikan IPS sangat memerhatikan dimensi keterampilan disamping pemahaman dalam dimensi pengetahuan. Kecakapan mengolah dan menerapkan informasi merupakan keterampilan yang sangat penting untuk mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang mampu berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat demokrastis. Oleh karena itu, berikut diuraikan sejumlah keterampilan yang diperlukan sehingga menjadi unsur dalam dimensi IPS dalam proses pembelajaran.


a. Keterampilan MenelitiK


b. KeterampilamBerpikir


c. Keterampilan Partisipasi Sosial


d. Keterampilan Berkomunikasi


3. Dimensi Nilai dan Sikap


    Pada hakikatnya nilai merupakan sesuatu yang berharga. Nilai yang dimaksud disini ialah seperangkat keyakinan atau prinsip perilaku yang telah mempribadi dalam diri seseorang atau sekelompok masyarakat tertentu yang terungkap ketika berfikir atau bertindak. Nilai biasanya dipelajari sebagai hasil dari pergaulan atau komunikasi antar individu dalam kelompok seperti keluarga, himpunan keagamaan, kelompok masyarakat atau persatuan dari orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Agar ada kejelasan dalam mengkaji nilai dimasyarakat, maka nilai dapat dibedakan atas nilai substantif dan nilai prosedural.


a. Nilai Substantif


Nilai substantif adalah keyakinan yang telah dipegang oleh seseorang dan umumnya hasil belajar, bukan sekadar menanamkan atau menyampaikan informasi semata.


b. Nilai Prosedural


     Peran guru dalam memberikan pembelajaran dikelas sangatlah penting sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran di kelas, maka nilai-nilai prosedural yang perlu dilatih atau dibelajarkan antara lain nilai kemerdekaan, toleransi, kejujuran, menghormati kebenaran, dan menghargai pendapat orang lain. Nilai-nilai ini merupakan kunci nilai yang dapat menyokong terciptanya masyarakat yang demokratis, seperti toleran terhadap pendapat yang berbeda, menghormati pribadi orang lain dan menghargai bukti yang sama serta bekerja sama.


4. Dimensi Tindakan


    Dimensi tindakan sosial dapat diajarkan pada semua jenjang dan semua tingkatan kelas kurikulum IPS. Dimensi tindakan sosial untuk pembelajaran IPS meliputi 3 model aktivitas sebagai berikut :


a. Percontohan kegiatan dalam memecahkan masalah dikelas seperti cara berorganisasi dan bekerja sama. Misalnya, siswa usia 5 tahun memberikan pendapat kepada gurunya tentang tempat-tempat piknik apa saja sebagai alternatif dan mana yang akan dipilih.


b. Berkomunikasi dengan anggota masyarakat dapat diciptakan, misalnya dengan kelompok masyarakat pecinta lingkungan, masyarakat perajin, pedagang, dan melakukan survey, pengamatan, serta wawancara dengan pedagang di pasar tradisional.


c. Pengambilan keputusan dapat menjadi bagian kegiatan kelas, khususnya pada saat siswa diajak untuk melakukan inkuiri.


B. STRUKTUR IPS


    Struktur IPS terdiri dari fakta, konsep, generalisasi, dan teori. Pemanfaatan fakta, konsep, generalisasi, dan teori dalam pengajaran IPS bukanlah suatu hal yang baru.


     Jacob Bronowski menjelaskan bahwa ilmu adalah aktivitas menyusun fakta-fakta yang diketahui dalam kelompok-kelompok dibawah konsep-konsep umum, dan konsep-konsep itu dinilai berdasarkan pernyataan dari tindakan- tindakan yang kita dasarkan padanya.


1. Fakta


 Fakta dalam bahasa latinnya disebut “factus” merupakan segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan.2Fakta ialah suatu objek, peristiwa, atau kejadian yang pernah terjadi pada saat ini, atau pernah ada pada masa lalu. Fakta dihasilkan dari data yang diperoleh di lapangan atau tempat penelitian dengan menggunakan penglihatan dan pendengaran, kemudian data diolah dengan prosedur tertentu, sehingga dihasilkanlah fakta3.  


2. Konsep


         Konsep merupakan abstraksi, yaitu suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan, dan pengalaman-pengalaman kompleks. Konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkain kata.


3. Generalisasi


      Generalisasi berasal dari kata “general” yang berarti umum atau menyeluruh. Oleh karena itu, generalisasi merupakan pengambilan kesimpulan secara umum dari suatu gejala informasi yang kita terima yang didukung oleh data dan fakta yang ada.


4. Teori


     Teori yaitu prinsip umum yang menjelaskan hakikat gejala atau hubungan gejala berupa rumus, aturan, kaidah dan sebagainya. Teori merupakan rangkaian fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi, serta perkiraan tentang implikasi (akibat) dari rangkaian fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi tersebut yang satu sama lainnya sangat berhubungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  NAMA : RAHMAT PANGGU NIM : 151419128 KELAS : 4D PGSD MATKUL : PEMBELAJARAN IPS SD DOSEN : MUHAMMAD SARLIN, S.Pd., M.Pd ...